Jawaban langsung
Marketing executive di agensi digital bertanggung jawab merancang dan menjalankan aktivitas pemasaran untuk agensi itu sendiri, sekaligus menyiapkan informasi serta materi yang dibutuhkan tim sales agar bisa melayani klien dengan baik. Posisi ini menjadi jembatan antara kebutuhan pasar, kapasitas tim internal, dan ekspektasi klien.
Di Indonesia, peran tersebut makin relevan karena banyak bisnis mencari mitra yang tidak hanya mengeksekusi iklan atau konten, tetapi juga mampu menjelaskan alasan di balik setiap rekomendasi. Karena itu, seorang marketing executive dituntut nyaman bekerja dengan data sekaligus menyampaikannya secara sederhana kepada audiens yang tidak selalu teknis.
Apa saja tanggung jawab hariannya
Secara umum, pekerjaan ini mencakup perencanaan aktivitas pemasaran agensi: menyusun jadwal publikasi, menentukan topik yang layak dibahas, dan menjaga agar pesan yang keluar konsisten dengan layanan yang benar-benar disediakan.
Bagian lain yang tidak kalah penting adalah menyiapkan materi pendukung penjualan. Bentuknya bisa bermacam-macam, misalnya penjelasan ringkas tentang layanan, kerangka proposal yang bisa disesuaikan per klien, penjelasan paket kerja, hingga materi edukasi yang membantu calon klien memahami proses kerja agensi.
Marketing executive juga sering menjadi pengumpul informasi internal. Ketika tim SEO, tim iklan berbayar, tim konten, dan tim sosial media memiliki temuan atau catatan penting, informasi itu perlu diringkas agar bisa dipakai tim sales saat berbicara dengan calon klien. Tanpa alur ini, pengetahuan berhenti di tim delivery dan tidak sampai ke ruang penjualan.
Terakhir, ia menjaga saluran pemasaran milik agensi sendiri, seperti situs web, blog, email, dan kanal sosial. Tujuannya sederhana: memastikan apa yang dijanjikan di materi penjualan sejalan dengan apa yang benar-benar dikerjakan dan dituliskan ke publik.
Menyeimbangkan pekerjaan analitis dan kreatif
Satu hari bisa diisi dengan membaca data performa, merapikan laporan, atau menyusun brief untuk tim internal. Hari lain dihabiskan menulis narasi, menyusun presentasi, atau merancang ide kampanye. Kombinasi ini penting karena pemasaran digital membutuhkan keputusan yang berpijak pada data sekaligus pesan yang bisa diterima manusia.
Di pasar Indonesia, tantangannya sering terletak pada kualitas data dan konteks lokal. Perilaku audiens bisa berbeda antar kota, antar kategori produk, dan antar kanal. Marketing executive yang baik terbiasa bertanya lebih dulu: data ini menjawab pertanyaan apa, dan seberapa jauh kesimpulannya bisa digeneralisasi?
Komunikasi dan pemecahan masalah sebagai keterampilan inti
Sebagian besar hambatan di agensi bukan berasal dari kurangnya ide, melainkan dari komunikasi yang tidak tuntas. Brief yang ambigu, ekspektasi yang tidak pernah dibicarakan terbuka, atau asumsi yang berbeda antara klien dan tim eksekusi. Marketing executive berperan memunculkan hal-hal itu ke permukaan sejak awal, bukan setelah pekerjaan berjalan jauh.
Kemampuan pemecahan masalah juga diuji ketika hasil belum sesuai harapan. Pada situasi seperti itu, yang dibutuhkan bukan janji cepat selesai, melainkan diagnosis yang jujur: apa yang sudah dicoba, apa yang terukur, apa yang perlu diubah, dan berapa lama waktu yang wajar untuk mengevaluasi perubahan tersebut.
Materi pendukung yang benar-benar membantu tim sales
Materi penjualan yang berguna bukan yang paling tebal, melainkan yang paling jelas. Penjelasan layanan sebaiknya memuat ruang lingkup dan batasannya, sehingga calon klien tahu apa yang termasuk dan apa yang tidak. Ini mengurangi risiko salah paham di kemudian hari.
Beberapa hal yang biasanya membantu: kerangka proposal yang bisa disesuaikan dengan konteks tiap bisnis, ringkasan proses kerja beserta siapa mengerjakan bagian apa, serta daftar pertanyaan yang perlu diajukan ke calon klien sebelum menyusun penawaran. Pertanyaan seperti itu memaksa percakapan bergerak dari sekadar harga ke arah tujuan bisnis.
Materi edukasi juga berperan penting. Ketika calon klien memahami bahwa pemasaran digital bekerja bertahap, ekspektasi menjadi lebih realistis. Tim sales pun tidak perlu menjanjikan hal-hal yang berada di luar kendali agensi.
Kerja remote dan hybrid di tim pemasaran
Bekerja dari rumah menghilangkan waktu perjalanan. Di kota-kota besar Indonesia, waktu yang biasanya habis di jalan bisa dialihkan untuk fokus, istirahat, atau menyelesaikan pekerjaan yang butuh konsentrasi panjang. Bagi banyak orang, itu keuntungan nyata.
Sisi lain yang perlu diakui adalah hilangnya percakapan spontan. Konteks cepat menguap, anggota tim baru lebih lambat memahami cara kerja, dan masalah kecil bisa terlambat terangkat karena tidak ada momen untuk sekadar mengobrol. Beberapa praktik membantu, misalnya catatan keputusan yang bisa dibaca ulang, check-in rutin yang singkat, dan dokumentasi sederhana atas kesepakatan dengan klien.
Karena itu, banyak agensi memilih pola hybrid: hari-hari tertentu untuk bekerja terpusat, hari lainnya untuk fokus mandiri. Yang penting bukan di mana orang bekerja, tetapi seberapa jelas ekspektasi dan alur informasinya.
Mengapa budaya kerja menentukan kualitas layanan
Tim yang merasa aman untuk bertanya dan menyampaikan kabar buruk akan lebih cepat mengangkat masalah ke permukaan. Sebaliknya, budaya yang menuntut semuanya terlihat baik cenderung menyembunyikan risiko sampai terlambat untuk ditangani.
Bagi klien, dampaknya terasa pada dua hal: kejelasan komunikasi dan konsistensi eksekusi. Bukan pada klaim besar atau bahasa yang terdengar muluk. Agensi yang sehat biasanya lebih sering berbicara tentang proses dan ukuran daripada tentang janji.
Cara 9 bekerja
9 membantu bisnis menata pemasaran digital secara tenang: mulai dari memahami tujuan usaha, memetakan kanal yang masuk akal, menyusun prioritas, sampai mengukur apa yang benar-benar terjadi setelah pekerjaan berjalan. Pendekatannya bertahap dan menyesuaikan kapasitas tim klien, bukan memaksakan serangkaian taktik sekaligus.
Ruang lingkup kerja kami mencakup perencanaan strategi, eksekusi kanal, produksi konten, dan pelaporan yang bisa dibaca oleh orang nonteknis. Batasannya juga perlu dipahami: kami tidak mengendalikan algoritma platform, dinamika pasar, atau keputusan bisnis di sisi klien. Kami juga tidak menjanjikan peringkat, jumlah trafik, atau volume prospek dalam jangka waktu tertentu, karena hal-hal itu dipengaruhi banyak faktor di luar kendali satu pihak.
Yang bisa kami lakukan adalah menjelaskan pilihan, menunjukkan data pendukungnya, dan memberi tahu kapan sebuah pendekatan perlu dievaluasi. Jika Anda ingin mendiskusikan apakah pemasaran digital cocok dijalankan sekarang dan sejauh mana ruang lingkupnya, percakapan awal bersama tim 9 bisa menjadi titik mulai yang masuk akal.
Diskusikan konteks bisnis Anda di halaman kontak atau WhatsApp. Kami tidak menjanjikan peringkat, volume prospek, atau hasil dalam waktu tetap.