Jawaban langsung
Digital Marketing Team Lead di 9 adalah posisi yang menjembatani strategi dan eksekusi. Orang yang mengisi peran ini umumnya tetap memegang sejumlah akun klien secara langsung, sambil membimbing tim digital marketer agar pekerjaan mereka berjalan rapi, terukur, dan sesuai kebutuhan bisnis klien.
Dalam praktiknya, peran ini bukan sekadar mengawasi tim. Ia menjadi titik temu antara ekspektasi pemilik bisnis, kemampuan tim internal, dan realitas platform digital yang terus berubah. Di titik inilah prioritas kampanye, alokasi anggaran, dan arah pesan dibahas sebelum dieksekusi.
Apa saja yang dikerjakan seorang Digital Marketing Team Lead
Waktu kerjanya biasanya terbagi dua. Separuh hari dipakai untuk urusan klien: berdiskusi tentang tujuan bisnis, menyiapkan kampanye agar bisa tayang, membaca hasil yang masuk, lalu mengoordinasikan berbagai bagian kampanye dengan tim konten, desain, dan pengembangan situs. Separuh hari lainnya dipakai untuk mendampingi tim: mendengar hambatan yang mereka hadapi di akun klien dan mencari jalan keluar bersama.
Bagian yang tidak terlihat dari luar justru sering paling menentukan. Misalnya menyusun urutan pekerjaan agar tidak ada kampanye yang tayang terlambat, memastikan pesan iklan konsisten dengan halaman tujuan, atau memeriksa apakah data pelacakan sudah benar sebelum anggaran dibelanjakan.
Team Lead juga berperan sebagai penerjemah. Tim internal berbicara dengan istilah teknis, sementara pemilik bisnis ingin tahu dampaknya pada penjualan dan operasional harian. Menjembatani dua bahasa ini adalah bagian inti dari pekerjaannya.
Mengapa peran ini relevan untuk bisnis di Indonesia
Banyak bisnis di Indonesia, mulai dari UMKM, toko online, penyedia jasa lokal, hingga perusahaan menengah, memiliki tim pemasaran internal yang kecil. Pemilik usaha sering merangkap sebagai pengambil keputusan pemasaran, sambil mengurus operasional, keuangan, dan SDM. Dalam kondisi seperti ini, kehadiran satu titik kontak di sisi agensi sangat membantu.
Lanskap kanal di Indonesia juga cukup beragam. Ada bisnis yang mengandalkan Instagram, ada yang tumbuh lewat TikTok, ada yang bergantung pada pencarian Google, dan banyak pula yang berjualan di marketplace. Masing-masing kanal punya logika, format, dan ritme evaluasi yang berbeda. Team Lead membantu memilih kanal yang paling masuk akal untuk tujuan bisnis, bukan sekadar mengikuti tren.
Peran ini juga penting ketika hasil tidak sesuai harapan. Alih-alih menghilang atau melempar kesalahan ke pihak lain, seorang lead perlu menjelaskan apa yang terjadi, apa yang bisa diperbaiki, dan apa yang memang di luar kendali agensi.
Bagaimana tim 9 menyusun alur kerja kampanye
Alur kerja selalu dimulai dari pemahaman bisnis, bukan dari pembuatan iklan. Tim perlu tahu apa yang dijual, siapa pembelinya, bagaimana proses pembelian berjalan, dan apa yang dianggap berhasil oleh pemilik usaha. Tanpa itu, kampanye hanya akan menjadi deretan konten tanpa arah.
Setelah gambaran bisnis jelas, barulah disusun rencana kanal, pesan utama, dan bentuk materi yang dibutuhkan. Eksekusi dilakukan bertahap agar ada ruang untuk mengevaluasi sebelum anggaran diperbesar.
Evaluasi berjalan berkala dengan laporan yang dibuat agar bisa dibaca oleh orang non-marketing. Fokusnya bukan memamerkan angka, melainkan menjawab pertanyaan sederhana: apa yang bekerja, apa yang tidak, dan langkah apa yang masuk akal berikutnya. Jika hasilnya belum sesuai, itu disampaikan apa adanya beserta opsi perbaikannya.
Keterampilan yang paling sering dipakai
Kemampuan analitis dan literasi data menempati urutan atas. Lead perlu membaca angka dari berbagai platform, memisahkan sinyal yang penting dari kebisingan, dan mengambil keputusan tanpa menunggu data yang sempurna, karena data sering datang tidak lengkap.
Keterampilan berikutnya adalah komunikasi. Menjelaskan hal rumit dengan bahasa sederhana jauh lebih berguna daripada memamerkan istilah teknis. Ini berlaku baik saat berbicara dengan klien maupun saat memberi arahan ke tim.
Tidak kalah penting adalah empati dan manajemen waktu. Tim digital marketer bekerja dengan banyak tenggat dan ekspektasi yang berubah cepat. Lead yang memahami beban kerja anggotanya akan lebih mudah menyusun prioritas yang realistis, bukan target yang hanya bagus di atas kertas.
Menjaga energi tim dan ritme kerja yang sehat
Pekerjaan pemasaran digital menuntut perhatian yang hampir terus-menerus. Notifikasi, performa harian, dan komentar di kolom iklan bisa membuat siapa pun cepat lelah jika tidak ada ritme yang dijaga. Karena itu, tim perlu ruang untuk berpikir, bukan hanya ruang untuk mengeksekusi.
Kebiasaan sederhana membantu: membaca hal di luar topik pekerjaan, bergerak atau berolahraga, mengatur pola makan secukupnya, dan mengambil jeda singkat di antara tenggat. Prinsipnya bukan mengejar kesempurnaan, melainkan konsistensi kecil yang bertahan lama.
Ruang untuk mempelajari hal di luar pemasaran juga berguna. Banyak ide kampanye justru datang dari pemahaman tentang perilaku orang sehari-hari, bukan dari fitur terbaru sebuah platform.
Hal yang sering disalahpahami tentang peran ini
Pertama, peran ini tidak identik dengan orang yang hanya menekan tombol tayang iklan. Sebagian besar waktunya habis untuk perencanaan, koordinasi, dan pengambilan keputusan yang tidak terlihat dari luar.
Kedua, hasil pemasaran digital tidak muncul seragam dalam hitungan hari. Setiap kategori bisnis, harga produk, dan perilaku pembeli punya ritmenya sendiri. Klaim hasil instan justru perlu dicurigai.
Ketiga, lead bukan penjamin peringkat atau penjualan. Ia bertanggung jawab atas mutu proses, ketepatan eksekusi, dan kejujuran pelaporan. Faktor di luar agensi, seperti harga, kualitas produk, persaingan, dan kondisi pasar, tetap berpengaruh besar.
Cara 9 bekerja
9 membantu bisnis menata pemasaran digital secara tenang dan bertahap. Kami mulai dari memahami bisnis Anda, merumuskan tujuan yang realistis, lalu menyusun rencana kanal dan pesan yang bisa dijalankan bersama. Ruang lingkupnya mencakup perencanaan, produksi materi, pengelolaan kampanye, dan pelaporan berkala, dengan satu titik kontak yang menjaga komunikasi tetap jelas.
Kami juga menetapkan batasan sejak awal. Ada hal yang bisa kami kendalikan, seperti kualitas eksekusi, ketepatan jadwal, dan kejelasan laporan. Ada pula yang tidak, seperti pergerakan algoritma, perilaku pesaing, dan keputusan pembelian di luar platform. Karena itu, kami tidak menjanjikan peringkat tertentu, jumlah trafik, atau hasil dalam tenggat waktu yang pasti.
Pendekatan kami sederhana: proses yang rapi, keputusan berbasis data yang tersedia, dan komunikasi yang jujur tentang apa yang berhasil maupun yang belum. Jika Anda ingin membahas apakah cara kerja ini cocok dengan kebutuhan bisnis Anda, tim 9 siap berdiskusi.
Diskusikan konteks bisnis Anda di halaman kontak atau WhatsApp. Kami tidak menjanjikan peringkat, volume prospek, atau hasil dalam waktu tetap.