Jawaban langsung
Off-page SEO adalah seluruh upaya yang dilakukan di luar website untuk memperkuat kredibilitas dan relevansi bisnis di mata mesin pencari. Bagian terbesarnya adalah link building, yaitu mengupayakan situs lain menautkan ke halaman Anda. Tautan bekerja seperti rekomendasi: semakin relevan dan terpercaya sumber yang menautkan, semakin masuk akal bagi mesin pencari untuk mempertimbangkan halaman Anda pada pencarian tertentu.
Untuk bisnis di Indonesia, pekerjaan ini sering terlewat karena perhatian lebih banyak tercurah ke konten dan sisi teknis website. Padahal sinyal dari luar membantu membedakan bisnis Anda dari pesaing yang kualitas halamannya setara. Perlu ditegaskan sejak awal bahwa off-page SEO bukan tombol yang menghasilkan peringkat dalam hitungan hari. Ini pekerjaan bertahap, dan hasilnya dipengaruhi banyak hal di luar kendali satu pihak, termasuk tingkat persaingan kata kunci serta kondisi pasar.
Bedanya on-page dan off-page SEO
On-page SEO mengurus hal-hal yang berada dalam kendali langsung Anda: struktur halaman, judul, isi konten, kecepatan akses, dan kenyamanan pengguna di ponsel. Semua itu bisa diperbaiki hari ini juga karena berada di dalam website sendiri.
Off-page SEO bergerak di area yang tidak sepenuhnya Anda tentukan, seperti tautan dari situs lain, penyebutan nama merek di media, ulasan pelanggan, pendaftaran usaha di direktori, hingga aktivitas di media sosial. Karena berasal dari pihak lain, prosesnya lebih panjang dan menuntut komunikasi, bukan sekadar perubahan konfigurasi teknis.
Keduanya saling melengkapi. Konten yang benar-benar menjawab kebutuhan pembaca memberi alasan bagi orang lain untuk menautkan. Sebaliknya, tautan dan penyebutan merek memperbesar peluang konten tersebut ditemukan oleh orang yang tepat.
Mengapa link building menjadi inti off-page SEO
Mesin pencari pada dasarnya mencoba menilai seberapa layak dipercaya sebuah halaman. Salah satu petunjuknya adalah siapa yang menautkan ke halaman itu. Tautan dari situs yang relevan dengan topik bisnis Anda memberi sinyal yang lebih berarti dibandingkan banyak tautan dari situs yang tidak berkaitan sama sekali.
Karena itu, kualitas lebih penting daripada jumlah. Tautan yang diperoleh melalui jaringan tautan massal, komentar spam, atau penempatan yang jelas dibeli untuk memanipulasi peringkat umumnya tidak memberikan manfaat jangka panjang dan bisa merugikan reputasi website.
Manfaat link building juga tidak berhenti pada pencarian. Tautan dari media, asosiasi industri, atau komunitas yang relevan mendatangkan kunjungan dari pembaca yang memang tertarik pada bidang Anda, sekaligus memperkenalkan nama bisnis ke audiens baru.
Istilah link building yang perlu Anda pahami
Backlink adalah tautan dari situs lain yang mengarah ke halaman Anda. Otoritas tautan menggambarkan seberapa dipercaya situs sumbernya, sedangkan relevansi menilai seberapa dekat topik situs sumber dengan isi halaman yang ditautkan. Tautan dari situs yang relevan dan dipercaya umumnya dianggap lebih bernilai.
Anchor text adalah teks yang bisa diklik pada tautan. Teks ini membantu memberi konteks mengenai isi halaman tujuan. Sementara itu, tautan dofollow umumnya diteruskan sebagai sinyal oleh mesin pencari, sedangkan nofollow menandai bahwa tautan tersebut tidak dimaksudkan sebagai dukungan, misalnya tautan berbayar atau tautan di kolom komentar.
Link spam merujuk pada praktik memperoleh tautan dengan cara yang merugikan pengalaman pengguna. NAP adalah singkatan dari nama, alamat, dan nomor telepon usaha yang sebaiknya konsisten di setiap direktori. Terakhir, referral traffic adalah kunjungan yang datang melalui tautan tersebut, bukan dari hasil pencarian.
White hat, black hat, dan grey hat
White hat adalah pendekatan yang mengikuti panduan mesin pencari: membangun konten yang layak dirujuk, menjalin hubungan dengan media dan komunitas, serta mengajukan kerja sama yang relevan. Jalannya lebih lambat, tetapi lebih aman untuk jangka panjang.
Black hat memakai cara yang bertentangan dengan panduan tersebut, misalnya membeli tautan secara massal, membangun jaringan situs sendiri untuk saling menautkan, atau menyisipkan tautan di kolom komentar secara otomatis. Selain berisiko bagi peringkat, cara ini membuang anggaran tanpa membangun aset yang benar-benar dimiliki bisnis.
Grey hat berada di area abu-abu, seperti penempatan berbayar yang dikemas sebagai kerja sama editorial tanpa keterangan yang jelas. Jika sebuah taktik terasa memerlukan penjelasan berbelit ketika ditanyakan, biasanya itu pertanda sebaiknya dihindari. Pilih pendekatan yang bisa Anda pertanggungjawabkan secara terbuka.
E-E-A-T dan arti kepercayaan bagi bisnis
E-E-A-T adalah kerangka penilaian kualitas yang menggambarkan harapan mesin pencari terhadap halaman yang disajikan: pengalaman, keahlian, kewenangan, dan kepercayaan. Kerangka ini relevan terutama untuk topik yang menyangkut uang, kesehatan, atau keselamatan, di mana pembaca butuh kepastian bahwa informasinya dapat dipercaya.
Experience dan Expertise menekankan pentingnya penulis atau bisnis yang benar-benar paham bidangnya. Authoritativeness menggambarkan sejauh mana pihak lain mengakui Anda sebagai rujukan, misalnya melalui penyebutan di media atau kutipan dari praktisi. Trustworthiness menyangkut kejelasan identitas, kemudahan dihubungi, dan keterbukaan informasi usaha.
Off-page SEO berkontribusi pada kerangka ini melalui penyebutan merek dan tautan dari sumber yang relevan. Namun perlu dipahami bahwa E-E-A-T bukan angka yang bisa diukur secara langsung, melainkan cara memahami apa yang dianggap bernilai bagi pembaca.
Faktor off-page yang umumnya diperhatikan
Faktor terkait tautan mencakup jumlah domain yang berbeda yang mengarah ke website, otoritas domain sumber, jenis tautan dofollow atau nofollow, anchor text yang digunakan, relevansi topik, serta lalu lintas yang benar-benar datang dari tautan tersebut.
Di luar tautan, ada beberapa hal yang juga berpengaruh. Konsistensi NAP di direktori lokal membantu memperjelas identitas usaha. Penyebutan nama merek, baik yang disertai tautan maupun tidak, memperkuat pengenalan. Profil Google Business yang terkelola baik dan ulasan pelanggan membantu bisnis lokal ditemukan dan dinilai calon pelanggan. Sinyal sosial pun ikut memberi gambaran mengenai keaktifan dan penerimaan merek.
Layanan off-page SEO yang biasanya dibutuhkan
Audit backlink menjadi titik awal untuk memetakan tautan yang sudah ada, menemukan tautan yang berpotensi merugikan, sekaligus melihat celah yang belum dimanfaatkan. Dari situ, analisis kompetitor membantu memahami dari mana pesaing mendapatkan rujukan dan jenis konten apa yang membuat mereka dirujuk.
Selanjutnya, content marketing dan digital PR menjadi mesin utama perolehan tautan. Konten yang informatif, data internal yang diolah menjadi tulisan, atau panduan praktis memberi alasan bagi media dan komunitas untuk menyebutkan bisnis Anda.
Guest posting pada situs yang relevan, pembuatan infografis, serta pengelolaan citation dan penyebutan merek melengkapi pekerjaan tersebut. Semuanya dijalankan secara bertahap dan disesuaikan dengan kapasitas bisnis.
Checklist off-page SEO yang bisa dijalankan sendiri
Mulailah dengan menganalisis profil backlink kompetitor untuk melihat pola rujukan yang lazim di industri Anda. Lanjutkan dengan analisis link intersect untuk menemukan situs yang menautkan ke beberapa pesaing sekaligus, karena situs seperti itu biasanya terbuka terhadap bisnis lain di bidang yang sama.
Selanjutnya, terapkan skyscraper technique, yaitu membuat konten yang setidaknya setara atau lebih lengkap dari halaman yang sudah banyak dirujuk. Rapikan citation dan penyebutan merek, lalu optimalkan profil Google Business jika bisnis Anda melayani pelanggan lokal.
Jangan lupa menjangkau situs yang menyebut nama merek Anda tanpa tautan, karena permintaan penambahan tautan kepada mereka umumnya lebih mudah diterima. Sisanya adalah pekerjaan rutin: mencari peluang baru, menjalin hubungan dengan media, dan menjaga konsistensi informasi usaha di seluruh kanal.
Pertanyaan sebelum memilih agensi SEO
Tanyakan metrik apa yang akan dilaporkan, bagaimana tautan akan diperoleh, dan siapa yang benar-benar mengerjakan pekerjaan tersebut. Minta penjelasan mengenai cara mereka menangani tautan yang berisiko, serta bagaimana mereka mengukur relevansi situs sumber.
Tanyakan juga soal batasan. Tidak ada pihak yang bisa menjamin peringkat tertentu, jumlah kunjungan, atau volume prospek dalam tenggat waktu yang pasti, karena hasil pencarian dipengaruhi perilaku pesaing dan perubahan kebijakan mesin pencari. Yang bisa dinegosiasikan adalah ruang lingkup pekerjaan, ritme pelaporan, transparansi data, serta kepemilikan aset seperti konten dan akses akun.
Cara 9 bekerja
9 membantu bisnis Indonesia menata pemasaran digital secara tenang dan bertahap. Kami mulai dengan memahami tujuan bisnis, audiens yang dibidik, dan kondisi website yang ada, lalu menyusun prioritas pekerjaan yang masuk akal untuk dijalankan. Ruang lingkupnya dapat mencakup audit teknis dan konten, riset kata kunci, perencanaan konten, pekerjaan off-page seperti pengelolaan citation dan pengembangan peluang rujukan, hingga pengukuran berkala.
Kami menjelaskan setiap langkah secara terbuka, termasuk alasan di balik pilihan taktik dan hal-hal yang berada di luar kendali kami. 9 tidak menjanjikan peringkat, jumlah kunjungan, atau volume prospek dalam waktu tetap, karena semua itu bergantung pada persaingan, kualitas konten, dan faktor eksternal lainnya. Yang kami upayakan adalah praktik yang bisa dipertanggungjawabkan, aset digital yang tetap menjadi milik bisnis Anda, dan pemasaran yang tumbuh tanpa perlu tergesa-gesa.
Diskusikan konteks bisnis Anda di halaman kontak atau WhatsApp. Kami tidak menjanjikan peringkat, volume prospek, atau hasil dalam waktu tetap.