Jawaban langsung
TikTok penting bagi bisnis di Indonesia bukan semata karena jumlah penggunanya, tetapi karena ia mengubah titik awal perjalanan pembeli. Banyak orang kini menemukan produk, jasa, dan merek baru saat menggulir beranda atau mengetik di kolom pencarian TikTok, bukan saat sengaja membuka mesin pencari. Karena itu, TikTok layak dipertimbangkan sebagai kanal penemuan, bukan hanya kanal hiburan.
Meski begitu, keputusan masuk TikTok sebaiknya tidak didasarkan pada rasa takut ketinggalan tren. Yang lebih menentukan adalah kecocokan antara produk Anda, cara orang berbicara di platform itu, dan kesiapan tim untuk memproduksi konten secara konsisten. Bagian berikut membahas hal-hal yang perlu diketahui pemasar Indonesia sebelum menyusun strategi di kanal ini.
Apa yang membuat TikTok berbeda dari platform sosial lain
Perbedaan utamanya terletak pada cara konten didistribusikan. Di banyak platform, jangkauan ditentukan oleh siapa yang sudah mengikuti Anda. Di TikTok, video baru punya peluang dilihat orang yang belum mengenal akun Anda, karena sistem rekomendasinya ikut menilai seberapa relevan dan menarik sebuah video bagi kelompok penonton tertentu.
Bagi bisnis, artinya akun dengan pengikut sedikit tidak otomatis kalah. Yang lebih berpengaruh adalah kejelasan pesan di beberapa detik pertama, relevansi topik, dan konsistensi unggahan. Sebaliknya, akun besar juga tidak bisa bersantai, karena setiap video dinilai ulang oleh sistem yang sama.
Budaya kontennya juga khas. Bahasa yang kaku dan tayangan yang terasa seperti iklan cenderung dilewati. Audiens Indonesia menghargai konten yang terasa dekat: bahasa sehari-hari, situasi yang bisa dialami siapa saja, dan orang asli yang berbicara, bukan narasi korporat.
Siapa pengguna TikTok di Indonesia dan apa implikasinya
Pengguna TikTok di Indonesia sangat beragam, mencakup remaja sampai orang dewasa, dari kota besar hingga daerah. Asumsi bahwa TikTok hanya untuk anak muda sudah tidak akurat dan bisa membuat perencanaan konten salah arah.
Untuk keperluan perencanaan, lebih berguna membagi audiens berdasarkan perilaku: mereka yang menonton untuk hiburan, yang menonton untuk belajar hal praktis, dan yang aktif mencari rekomendasi sebelum membeli. Ketiga kelompok ini bisa menjadi pembeli, tetapi membutuhkan pesan dan gaya tayangan yang berbeda.
Konteks lokal juga sangat menentukan. Konten berbahasa Indonesia dengan referensi budaya setempat umumnya lebih mudah diterima dibanding materi global yang sekadar diterjemahkan. Jika bisnis Anda melayani beberapa wilayah, perbedaan gaya bicara antarwilayah dapat menjadi pertimbangan tersendiri.
Kategori konten yang paling banyak menarik perhatian
Secara umum, konten yang paling banyak menarik perhatian berkisar pada hiburan ringan, tutorial singkat, kuliner, kecantikan dan perawatan diri, gaya hidup, olahraga, serta edukasi praktis. Format yang menonjol biasanya sederhana, cepat dipahami, dan hanya membawa satu ide utama per video.
Untuk bisnis, yang penting bukan meniru kategori populer, melainkan menemukan sudut pandang yang sesuai. Bisnis jasa keuangan bisa masuk lewat edukasi singkat, bisnis kuliner lewat proses pembuatan dan reaksi pelanggan, sementara toko ritel lewat demonstrasi produk dan perbandingan sederhana.
Hindari menganggap satu kategori sebagai resep pasti. Konten yang berhasil di satu akun belum tentu berhasil di akun lain, karena sangat bergantung pada audiens, konteks, dan konsistensi.
TikTok juga tempat orang mencari
Kolom pencarian di TikTok semakin sering dipakai untuk mencari rekomendasi, cara melakukan sesuatu, dan ulasan produk. Perilaku ini membuat TikTok berfungsi sebagian seperti mesin pencari, terutama untuk kategori yang butuh demonstrasi visual.
Bagi pemasar, kata kunci tetap relevan, tetapi bentuknya berbeda: frasa yang diucapkan orang sehari-hari, pertanyaan langsung, dan nama produk. Menempatkan kata kunci tersebut pada teks di layar, keterangan video, dan narasi suara membantu konten lebih mudah ditemukan.
Konsekuensinya, konten TikTok bisa punya masa pakai panjang. Video yang menjawab pertanyaan spesifik berpeluang terus ditemukan melalui pencarian dan rekomendasi, jauh setelah tanggal publikasinya.
TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts: cara memilih
Tidak ada satu platform yang unggul untuk semua bisnis. TikTok kuat dalam hal penemuan audiens baru dan kedekatan dengan tren, Instagram Reels kuat untuk memperkuat hubungan dengan audiens yang sudah mengenal merek, sedangkan YouTube Shorts terhubung dengan ekosistem pencarian video yang besar.
Cara praktis memilih adalah mulai dari tujuan. Jika tujuan Anda dikenal audiens baru, TikTok sering menjadi titik awal yang masuk akal. Jika tujuan Anda menjaga loyalitas pelanggan, kehadiran di platform tempat audiens sudah mengikuti Anda lebih penting.
Banyak bisnis akhirnya memakai kombinasi, dengan satu kanal sebagai fokus utama dan kanal lain sebagai pendukung. Yang perlu dihindari adalah memaksakan kehadiran di semua tempat dengan sumber daya yang tidak mencukupi.
Peran kreator dan tren lokal
Kreator menjadi salah satu penggerak utama popularitas TikTok. Mereka memahami cara membungkus pesan agar terasa alami, dan audiens mengikuti mereka karena alasan tersebut, bukan hanya karena produk yang dipromosikan.
Bagi bisnis, bekerja sama dengan kreator dapat memperluas jangkauan, tetapi perlu kejelasan sejak awal: pesan inti, batasan klaim, dan cara pengukuran. Kolaborasi yang dipaksakan agar persis seperti iklan biasanya terasa janggal bagi penonton.
Tren di Indonesia cepat berubah dan sering bersifat musiman, mengikuti momen belanja, hari besar, dan kebiasaan lokal. Mengikuti tren bisa membantu, tetapi mengejar setiap tren tanpa kaitan dengan produk hanya menghabiskan tenaga tim.
Tiga hal yang perlu diantisipasi
Pertama, batas antara konten dan belanja semakin tipis. Fitur belanja di dalam aplikasi membuat perjalanan dari menonton ke membeli menjadi lebih pendek, sehingga bisnis perlu memikirkan pengalaman setelah klik, bukan hanya video yang ditonton.
Kedua, persaingan perhatian makin ketat karena format video pendek kini hadir di hampir semua platform. Kualitas produksi bukan lagi pembeda utama; kejelasan ide dan relevansi terhadap kebutuhan penonton yang lebih menentukan.
Ketiga, kebijakan platform akan terus berubah, termasuk yang berkaitan dengan data, iklan, dan jenis konten yang diizinkan. Karena itu, bisnis sebaiknya membangun aset yang tidak bergantung pada satu platform saja, misalnya basis data pelanggan sendiri dan kanal komunikasi langsung.
Kesalahan yang sering terjadi saat bisnis masuk TikTok
Kesalahan paling umum adalah memperlakukan TikTok sebagai tempat menempel iklan satu arah. Konten yang dibuat hanya untuk menyampaikan pesan sering tidak berfungsi di platform yang dibangun untuk interaksi dan percakapan.
Kesalahan berikutnya adalah berhenti terlalu cepat. Tanpa pemahaman bahwa performa konten memang berfluktuasi, banyak tim menyimpulkan TikTok tidak cocok setelah beberapa unggahan. Padahal pola yang berarti jarang bisa dibaca dari sampel kecil.
Terakhir, tidak ada pengukuran yang jelas. Menetapkan sejak awal apa yang ingin dilihat, misalnya jumlah percakapan masuk dari kanal ini dan bukan hanya jumlah tayangan, membantu menilai apakah upaya tersebut layak dilanjutkan.
Cara 9 bekerja
9 membantu bisnis di Indonesia menata pemasaran digital dengan pendekatan yang tenang dan terukur. Kami tidak menjanjikan peringkat tertentu, jumlah trafik, atau volume prospek dalam jangka waktu tetap, karena hasil pemasaran dipengaruhi banyak faktor di luar kendali satu pihak.
Ruang lingkup kerja kami umumnya mencakup pemetaan tujuan bisnis, riset audiens dan lanskap pesaing, penyusunan strategi konten dan pemilihan kanal, produksi serta pengelolaan konten, hingga pengukuran dan pelaporan. Untuk kanal seperti TikTok, fokusnya adalah menemukan sudut pandang yang sesuai dengan merek Anda, bukan meniru tren secara membabi buta.
Prosesnya berjalan bertahap: kami mulai dari memahami bisnis dan audiens Anda, menyusun hipotesis, mengujinya dalam skala kecil, lalu memperluas hal yang terbukti bekerja. Kami juga terbuka soal batasan. Tidak semua kategori produk cocok di setiap kanal, dan hal itu akan kami sampaikan di awal agar keputusan Anda berbasis pertimbangan yang jujur, bukan janji manis.
Diskusikan konteks bisnis Anda di halaman kontak atau WhatsApp. Kami tidak menjanjikan peringkat, volume prospek, atau hasil dalam waktu tetap.