Jawaban langsung

Beberapa tautan internal yang memakai anchor text exact match umumnya tidak merusak peringkat sebuah situs, asalkan struktur tautan di dalam situs itu tetap wajar dan mengikuti alur navigasi yang biasa dipakai pembaca. Persoalannya bukan pada boleh atau tidak memakai frasa kata kunci, melainkan pada pola yang terbentuk dari keseluruhan tautan tersebut.

Yang justru berisiko adalah pola yang dipaksakan: hampir setiap paragraf di banyak halaman menautkan frasa kata kunci yang sama persis ke satu halaman tujuan, tanpa peduli apakah kalimat di sekitarnya memang membahas topik itu. Kalau tautan internal dibuat untuk membantu pembaca menemukan halaman yang relevan, dampaknya positif. Kalau dibuat semata-mata untuk mengejar kata kunci, di situlah masalahnya muncul.

Kenapa tautan internal sering diabaikan

Tautan internal sering terlupakan karena perhatian tim pemasaran lebih banyak tersedot ke backlink. Padahal tautan yang berada di dalam situs sendiri adalah bagian dari pekerjaan on-page yang bisa dikendalikan sepenuhnya tanpa bergantung pada pihak lain.

Di banyak proyek SEO di Indonesia, energi habis untuk menghubungi calon pemberi tautan, sementara navigasi situs, breadcrumb, dan tautan antar artikel dibiarkan apa adanya. Akibatnya mesin pencari maupun pengunjung sama-sama kesulitan memahami halaman mana yang penting dan bagaimana halaman-halaman itu saling berhubungan. Halaman yang isinya bagus bisa saja jarang dikunjungi karena tidak ada satu pun tautan lain di situs yang mengarah ke sana.

Menata tautan internal bukan pekerjaan teknis yang rumit, tetapi butuh keputusan editorial: halaman ini sebaiknya menautkan ke halaman mana, dengan kalimat seperti apa, dan di bagian mana tautan itu diletakkan.

Apakah banyak tautan exact match berbahaya?

Tidak otomatis berbahaya kalau jumlahnya wajar dan tersebar di konteks yang relevan, tetapi pola yang agresif memang berisiko. Yang dinilai bukan satu tautan tertentu, melainkan kecenderungan keseluruhan situs.

Bayangkan sebuah situs yang punya puluhan artikel, dan hampir semuanya menautkan frasa yang sama persis, misalnya nama layanan utama, ke satu halaman tujuan. Bagi pembaca, tautan itu terasa janggal karena muncul di kalimat yang tidak nyambung. Bagi mesin pencari, pola seperti itu terbaca sebagai upaya memanipulasi sinyal, bukan sebagai navigasi yang membantu. Prinsipnya mirip bumbu dapur: takarannya yang menentukan, dan sesuatu yang berlebihan justru merusak hasil akhirnya.

Yang perlu diwaspadai adalah skalanya. Kalau sebuah halaman menerima ratusan tautan masuk dengan anchor text yang identik, sementara sebagian besar tautan itu ditempatkan di paragraf yang tidak membahas topik terkait, usaha SEO di tempat lain bisa kehilangan makna.

Tiga alasan utama membuat tautan internal

Ada tiga alasan besar kenapa tautan internal tetap perlu dibuat, dan ketiganya saling berkaitan.

Pertama, pengalaman pengunjung. Tautan internal mengarahkan pembaca ke halaman lain di situs yang sama, memperbesar peluang mereka membaca lebih dari satu halaman, memperpanjang waktu kunjungan, dan membantu menekan bounce rate. Pembaca yang menemukan artikel lanjutan yang relevan cenderung tidak langsung menutup tab.

Kedua, perayapan. Tidak semua halaman berada satu klik dari beranda. Sebagian berada tiga atau empat tingkat di bawah. Tautan internal membantu perayap mesin pencari menemukan halaman-halaman tersebut, terutama bila sitemap saja tidak cukup menggambarkan hubungan antar halaman.

Ketiga, mengalirkan otoritas halaman. Tautan internal meneruskan sinyal kekuatan dari satu halaman ke halaman lain. Halaman yang banyak ditautkan dari artikel lain punya peluang lebih besar dianggap penting dibanding halaman yang tidak pernah disebut sama sekali.

Di mana tautan internal sebaiknya diletakkan

Penempatan tautan internal tidak punya aturan baku. Jumlah dan posisinya sangat bergantung pada struktur situs, breadcrumb, dan navigasi yang sudah ada. Yang biasa dijumpai adalah menu utama, sidebar, footer, breadcrumb, dan bagian dalam badan teks.

Di antara semuanya, tautan di dalam badan teks umumnya dianggap paling bernilai karena hadir bersama konteks. Kalimat di sekitar tautan menjelaskan topik halaman tujuan, sehingga pembaca maupun mesin pencari mendapat gambaran yang lebih jelas dibanding tautan menu yang muncul seragam di semua halaman.

Karena itu, memilih halaman tujuan menjadi keputusan penting. Pastikan halaman yang ditautkan memang membahas hal yang disebut dalam anchor text, dan pastikan pula kalimatnya tetap nyambung bila dibaca tanpa mengklik tautan.

Merancang anchor text yang tidak terkesan dipaksakan

Anchor text yang baik adalah yang terbaca wajar di dalam kalimat, sekaligus cukup menjelaskan isi halaman tujuan. Tidak ada rasio pasti, tetapi variasi sangat membantu.

Beberapa bentuk yang bisa dipakai bergantian: frasa yang persis sama dengan kata kunci target, variasi yang lebih panjang, nama merek atau nama layanan, deskripsi singkat seperti panduan menyusun struktur tautan, atau bahkan judul halaman tujuan itu sendiri. Hindari mengulang satu frasa persis di puluhan tempat berbeda.

Hindari juga anchor text yang tidak informatif, misalnya klik di sini atau baca selengkapnya, kalau frasa itu berdiri sendiri tanpa konteks di sekitarnya. Selain kurang membantu pembaca, jenis anchor seperti ini tidak memberi petunjuk apa pun tentang isi halaman tujuan.

Kesalahan yang paling sering ditemukan

Beberapa pola yang berulang muncul saat struktur tautan internal diperiksa. Yang pertama, semua tautan menuju satu halaman memakai anchor text identik. Yang kedua, tautan ditempatkan di paragraf yang topiknya tidak berhubungan, hanya karena ada kata yang mirip. Yang ketiga, halaman penting tidak punya tautan masuk sama sekali dari halaman lain sehingga hanya bisa ditemukan lewat sitemap.

Kesalahan lain adalah menumpuk banyak tautan dalam satu paragraf, membiarkan tautan menuju halaman yang sudah dipindahkan atau dihapus, serta tidak konsisten antara navigasi versi desktop dan versi ponsel. Yang terakhir ini sering terlewat karena perubahan desain hanya diuji pada satu tampilan saja.

Cara memeriksa struktur tautan internal

Pemeriksaan bisa dimulai dari daftar seluruh halaman yang ada di situs, lalu telusuri dari beranda: berapa klik yang dibutuhkan untuk mencapai halaman terjauh.

Setelah itu, lihat halaman-halaman yang paling penting bagi bisnis, misalnya halaman layanan atau produk unggulan. Periksa apakah halaman tersebut menerima tautan masuk dari artikel atau halaman lain yang relevan. Kalau tidak, itu kandidat pertama yang perlu diperbaiki.

Langkah berikutnya adalah mencatat anchor text yang mengarah ke satu halaman tertentu. Kalau semuanya sama persis, variasikan. Terakhir, periksa halaman yatim, tautan rusak, dan pastikan breadcrumb serta menu bekerja baik di semua ukuran layar.

Cara 9 bekerja

9 membantu bisnis menata pemasaran digital dengan pendekatan yang tenang dan terukur. Kami mulai dari memahami model bisnis, penawaran utama, dan halaman-halaman yang benar-benar ingin ditemukan calon pelanggan, lalu memetakan struktur konten serta tautan internal yang mendukungnya.

Ruang lingkup kerja biasanya mencakup audit struktur situs, penyusunan arsitektur informasi, perbaikan navigasi dan breadcrumb, penyusunan rencana tautan internal antar artikel, serta peninjauan anchor text agar terbaca wajar. Prosesnya berjalan bertahap dan disesuaikan dengan kapasitas tim Anda, karena perubahan struktur menyentuh banyak halaman sekaligus.

Ada batasan yang perlu dipahami sejak awal. Hasil akhir tidak hanya ditentukan oleh tautan internal, tetapi juga oleh kualitas konten, otoritas situs, perilaku kompetitor, dan perubahan pada cara mesin pencari menilai halaman. Karena itu kami tidak menjanjikan peringkat, jumlah kunjungan, atau volume prospek dalam tenggat waktu tertentu. Yang kami janjikan adalah pekerjaan yang rapi, transparan, dan bisa Anda evaluasi perkembangannya.

Diskusikan konteks bisnis Anda di halaman kontak atau WhatsApp. Kami tidak menjanjikan peringkat, volume prospek, atau hasil dalam waktu tetap.