Jawaban langsung
Content marketer bisa belajar banyak dari jurnalis: memberikan atribusi yang tepat pada tautan, memeriksa fakta, melakukan riset yang lebih dalam, dan menyesuaikan topik dengan audiens.
Kebiasaan-kebiasaan ini membuat konten lebih kredibel, utuh, dan disukai pembaca.
Berikan atribusi yang tepat
Sebagian content marketer terbiasa membombardir artikel dengan tautan tanpa konteks. Padahal, memberikan atribusi yang tepat membuat artikel lebih utuh dan autentik.
Gunakan frasa seperti "menurut" atau "ia mengatakan", dan tuliskan sedikit penjelasan tentang isi tautan tersebut, seperti cara Anda mengutip sebuah studi.
Periksa fakta
Fakta adalah napas para jurnalis. Memeriksa fakta secara menyeluruh memberikan kredibilitas yang kuat pada artikel dan kehadiran daring Anda.
Konten yang utuh dan terverifikasi akan terus dibaca karena pembaca tahu mereka mendapatkan artikel yang berbobot, bukan sekadar tulisan asal jadi.
Lakukan riset mendalam
Ada kecenderungan content marketer hanya merujuk artikel lain yang juga merujuk artikel lain, sehingga informasi yang sama hanya beredar dari halaman ke halaman dan membuat pembaca jenuh.
Untuk perubahan, lakukan riset yang lebih dalam: wawancarai pakar industri dan lakukan kerja lapangan dari waktu ke waktu.
Sesuaikan topik dengan audiens
Saat mengusulkan topik, pastikan topik tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan minat audiens. Topik yang baik mencerminkan ketajaman penulisnya.
Pahami citra yang ingin dibangun situs Anda, karena konten yang Anda tulis adalah corong suara situs tersebut. Jika situs Anda mengusung kesan elegan, tulislah artikel yang selaras dengannya.
Cara 9 bekerja
9 membantu bisnis menata pemasaran digital secara lebih tenang: menjelaskan ruang lingkup, proses, dan batasan sebelum menaikkan anggaran.
Kami tidak menjanjikan peringkat, volume prospek, atau hasil dalam waktu tetap.
Diskusikan konteks bisnis Anda di halaman kontak atau WhatsApp. Kami tidak menjanjikan peringkat, volume prospek, atau hasil dalam waktu tetap.