Apakah pengguna benar-benar meninggalkan Google demi AI?

Tidak. Hingga September 2026, bukti yang paling jelas bukan eksodus massal dari Google Search ke ChatGPT, Gemini, atau Perplexity, melainkan tumpukan kebiasaan: orang memakai asisten AI sambil tetap memakai Google. Perubahan yang lebih material bagi bisnis adalah menurunnya klik ke situs pada sebagian kueri, terutama ketika jawaban sudah muncul di halaman hasil atau di jendela chat.

Judul pertanyaan ini mudah dibaca sebagai fakta. Data tidak mendukung pembacaan itu. Yang terdokumentasi adalah tiga hal yang sering dicampur: volume pencarian tradisional, tumpang tindih pengguna antara Google dan chatbot, serta klik dari hasil pencarian ke situs terbuka.

Jika yang dimaksud “meninggalkan Google” adalah berhenti membuka Google Search, bukti tumpang tindih pengguna justru menunjukkan kebalikannya. Jika yang dimaksud adalah lebih jarang mengklik tautan biru setelah bertanya, ada bukti yang lebih kuat—termasuk pada kueri yang menampilkan ringkasan AI di Google.

Tiga premis yang tidak boleh disamakan

Kalimat “pengguna meninggalkan Google demi AI” menyatukan tiga fenomena yang ukurannya berbeda. Mencampur ketiganya menghasilkan strategi yang salah: mematikan SEO, atau sebaliknya mengabaikan perubahan klik.

Tiga premis yang sering dicampur dalam percakapan “Google vs AI”.
Premis Apa yang diukur Status bukti hingga 2026
Penurunan pemakaian Google Search Orang berhenti memakai Google sebagai mesin pencari Tidak terbukti sebagai eksodus massal; tumpang tindih ChatGPT–Google tetap sekitar 95%
Fragmentasi perilaku pencarian Orang memakai lebih dari satu permukaan untuk menemukan informasi Didukung: Google, YouTube, peta, sosial, dan chatbot dipakai untuk niat yang berbeda
Penurunan klik ke situs (zero-click) Pencarian selesai tanpa kunjungan ke halaman terbuka Didukung pada pasar yang diukur, terutama AS; dampaknya ke penerbit lebih langsung daripada “Google ditinggalkan”

Pada 19 Februari 2024, Gartner merilis prakiraan bahwa volume mesin pencari tradisional akan turun 25% pada 2026 karena chatbot dan agen virtual. Itu prakiraan, bukan sensus pemakaian Google. Pada Juli 2026, Fractl bersama Search Engine Land menguji arah prakiraan itu lewat data kata kunci Semrush dan survei konsumen AS: sebagian volume kata kunci bermasalah menurun, tetapi permintaan agregat dalam sampel mereka hampir datar karena volume pindah ke kata kunci lain.

Interpretasi yang berguna: “search volume decline” pada kumpulan kata kunci tertentu tidak sama dengan “Google usage collapse”, dan tidak sama dengan “orang pindah permanen ke ChatGPT”.

Bukti tumpang tindih: AI ditambahkan, bukan menggantikan

Pada 4 Agustus 2026, Similarweb memublikasikan analisis “Is AI Replacing Search?”. Temuan intinya: overlap pengguna ChatGPT dan Google sebesar 95% pada September 2025, dan tetap 95% pada Mei 2026. Artinya, dalam jendela yang mereka ukur, pertumbuhan ChatGPT tidak diikuti pergeseran substitusi yang terlihat pada tingkat pengguna web.

Search Engine Journal merangkum laporan lanskap gen AI Similarweb 2026 dengan angka yang lebih konkret untuk Maret–Mei 2026: sekitar 461 juta dari 494 juta pengguna ChatGPT (95%) juga memakai Google. Permukaan pencarian tradisional tetap jauh lebih besar: Similarweb menempatkan rata-rata unique search sekitar 3,3 miliar per bulan, berbanding chatbot AI sekitar 655 juta—kurang lebih lima kali lipat.

Similarweb juga mencatat kunjungan web gen AI rata-rata 9,5 miliar per bulan pada Juni 2025–Mei 2026, naik sekitar 70% year-over-year, dan aplikasi Gemini sekitar 716 juta pengguna aktif bulanan, naik 78% year-over-year. Pertumbuhan itu nyata. Pertumbuhan itu tidak otomatis membuktikan Google ditinggalkan.

Survei Fractl (1.004 konsumen AS, dipublikasikan 2 Juli 2026) menambahkan nuansa yang sering hilang di judul: 70% responden menyatakan memakai alat AI lebih banyak daripada setahun sebelumnya, tetapi hanya 17% menyatakan memakai mesin pencari tradisional lebih sedikit. 52% masih percaya Google akan menjadi alat pencarian utama mereka dalam lima tahun.

Bagi pemasar, dua angka itu lebih jujur daripada slogan “search is dead”. Adopsi AI bisa naik tajam tanpa penurunan pemakaian Google yang sebanding.

Google juga menjadi permukaan AI: AI Overviews dan AI Mode

Bahkan jika pengguna “tetap di Google”, pengalaman di dalam Google Search sudah berubah. Pada 20 Mei 2025, Google mengumumkan AI Overviews tersedia di lebih dari 200 negara dan wilayah, dalam 40+ bahasa. Itu termasuk perluasan jangkauan produk, bukan klaim independen tentang klik penerbit.

Pada Google I/O 2026 (19 Mei 2026), CEO Sundar Pichai menyatakan AI Overviews memiliki lebih dari 2,5 miliar pengguna aktif bulanan, dan AI Mode—yang diposisikan Google sebagai peningkatan Search yang bersifat percakapan—melampaui 1 miliar pengguna aktif bulanan dalam waktu sekitar satu tahun. Angka itu adalah metrik pemakaian Google, bukan pengukuran CTR situs pihak ketiga.

Google juga mengklaim, dari eksperimen kohor September 2024–April 2025 di AS dan India, bahwa jenis kueri yang menampilkan AI Overviews memicu lebih dari 10% kueri tambahan. Itu relevan sebagai sinyal bahwa ringkasan AI dapat memperpanjang sesi pencarian. Itu tidak membuktikan bahwa penerbit mendapat lebih banyak klik.

Kontras yang penting: SparkToro, dalam studi zero-click Januari–April 2026 yang dirangkum Search Engine Land pada 9 Juni 2026, menempatkan AI Mode hanya pada 0,34% pencarian di jendela pengukuran mereka. Klaim “lebih dari 1 miliar MAU” dan “0,34% dari pencarian” bisa sama-sama benar jika banyak pengguna mencoba fitur itu, tetapi porsi kueri yang memakai AI Mode masih kecil pada panel yang diukur. Jangan menyamakan jangkauan pengguna dengan porsi kueri.

Yang berubah lebih tajam: klik, bukan “keluar dari Google”

Zero-click search berarti pengguna memperoleh jawaban di halaman hasil atau di antarmuka Google tanpa mengunjungi situs lain. Ini bukan fenomena baru, tetapi ukurannya naik pada panel yang dipublikasikan.

SparkToro (data Datos) untuk 2024 menempatkan 58,5% pencarian Google AS dan 59,7% di UE sebagai zero-click. Studi lanjutan yang dirangkum Search Engine Land pada 9 Juni 2026 menempatkan 68,01% pencarian Google AS sebagai zero-click pada Januari–April 2026, dibanding 60,45% pada 2024 dalam seri yang mereka bandingkan. AI Overviews muncul pada lebih dari 20% pencarian dalam studi 2026 itu, dan SparkToro memperkirakan penurunan CTR sekitar 60% ketika AI Overviews hadir. Mereka tidak mengisolasi AI Overviews sebagai satu-satunya penyebab kenaikan zero-click 2024–2026. Panel historis juga tidak selalu sebanding.

Di sisi chatbot, Similarweb memperkirakan kehadiran sitasi/tautan eksternal dalam prompt ChatGPT naik dari sekitar 1,6% pada Juni 2025 menjadi 6,8% pada Mei 2026. Search Engine Journal merumuskan sisi sebaliknya: sekitar 93% jawaban ChatGPT masih tidak mengirim pengguna ke mana pun. Kenaikan sitasi itu nyata, tetapi porsinya tetap kecil.

Implikasi praktis: risiko trafik penerbit lebih dekat ke “jawaban selesai di Google atau di chat” daripada ke “Google tutup”. SEO tidak mati karena orang masih bertanya. Ekonomi klik berubah karena sebagian jawaban tidak lagi membutuhkan kunjungan.

Google Search dan AI search: beda mekanisme, bukan pilihan mutlak

Mesin pencari tradisional merayapi web, mengindeks, lalu mengembalikan daftar sumber yang diperingkat. Diagram klasik di bawah ini masih menjelaskan fondasi itu: kueri masuk, sistem mencari di indeks, hasil dikembalikan sebagai daftar. AI search dan AI Overviews menambahkan lapisan sintesis: model merangkum, kadang dengan sitasi, kadang dengan ajakan melanjutkan percakapan.

Perbandingan fungsional Google Search tradisional dan AI search. Ini kerangka kerja, bukan skor kualitas.
Aspek Google Search (daftar hasil) AI search / asisten generatif
Cara bertanya Kueri pendek atau kata kunci, semakin sering juga percakapan di AI Mode Prompt percakapan, sering bertingkat
Keluaran utama SERP: tautan, cuplikan, fitur, kadang AI Overviews Jawaban tersintesis, kadang dengan sitasi
Discovery Pengguna memilih sumber Sistem memilih dan merangkum sumber
Perjalanan tipikal Cari → pindai hasil → klik → bandingkan Tanya → sintesis → verifikasi (jika pengguna peduli)
Risiko bagi situs Zero-click, fitur SERP, persaingan ranking Ketergantungan sitasi; banyak jawaban tidak mengirim trafik
Yang tetap dibutuhkan Halaman yang dapat dirayapi, relevan, dan dapat dipercaya Fakta yang jelas, entitas yang konsisten, sumber yang layak dikutip
Diagram konsep mesin pencari: pengguna mengirim kueri, sistem mencari di indeks, hasil dikembalikan sebagai daftar.
Model klasik mesin pencari: kueri, indeks, dan daftar hasil. AI Overviews dan chatbot menambahkan lapisan jawaban yang dirangkum di atas mekanisme temu kembali. Diagram mesin pencari oleh Jakob Voss, Wikimedia Commons, lisensi CC BY-SA 4.0. File disalin ke situs ini tanpa mengubah isi gambar. Sumber dan lisensi

AEO (Answer Engine Optimization), AIO (optimasi untuk jawaban/ringkasan AI, termasuk AI Overviews), dan GEO (Generative Engine Optimization) adalah cara merapikan informasi agar mudah diekstrak. Ketiganya bukan produk ajaib dan bukan jaminan kutipan. Penjelasan mitos yang sering merusak keputusan ada di artikel tentang mitos GEO dan AEO.

Apa yang sebenarnya berubah?

Perilaku pencarian semakin terfragmentasi menurut niat, bukan menurut merek mesin pencari saja. Orang tidak harus “memilih Google atau ChatGPT” untuk sepanjang hari. Mereka memilih permukaan yang paling hemat usaha untuk tugas tertentu.

Google Search masih kuat untuk navigasi merek, kueri faktual cepat, belanja, dan tugas yang membutuhkan daftar sumber. Google Maps menampung niat lokal. YouTube menampung pembelajaran visual—dan YouTube adalah properti Google, sehingga “meninggalkan Google” menjadi istilah yang kacau jika yang dimaksud adalah meninggalkan seluruh Alphabet. TikTok dan Instagram sering menjadi lapisan discovery, terutama untuk produk dan gaya hidup. Reddit dan forum menampung pengalaman orang lain. ChatGPT, Perplexity, dan Gemini menampung sintesis: merangkum, membandingkan, atau menyusun draf dari banyak sumber sekaligus.

Peta niat ke permukaan discovery. Ini interpretasi berdasarkan fungsi produk dan data tumpang tindih, bukan porsi pangsa resmi untuk Indonesia.
Niat pengguna Permukaan yang sering dipakai Implikasi untuk bisnis
Menemukan situs atau merek yang sudah dikenal Google Search (navigasi) SEO merek dan kejelasan NAP tetap penting
Jawaban cepat / definisi Google (cuplikan, AI Overviews) atau chatbot Konten definisi mudah “selesai” tanpa klik
Membandingkan opsi Chatbot, lalu kadang Google atau situs merek Konten “X vs Y” paling terpapar substitusi sintesis
Belajar prosedur secara visual YouTube Halaman teks saja tidak menutup niat ini
Discovery sosial / tren TikTok, Instagram SEO tidak menggantikan kehadiran di kanal sosial
Pengalaman pengguna lain Reddit, ulasan, komunitas Ulasan dan reputasi menjadi bahan baku jawaban AI
Lokasi dan kunjungan Google Maps, Local Search Local SEO tidak digantikan chatbot umum
Sintesis riset panjang ChatGPT, Perplexity, Gemini First-party content yang jelas lebih layak dikutip

Fractl (Juli 2026) menemukan pola yang selaras dengan peta ini, meski sampelnya kata kunci Semrush dan konsumen AS, bukan sensus Google global: kueri perbandingan tengah corong menurun paling cepat (36% volume yang diukur dalam kategori itu), sementara kueri merek lebih tahan. 18% responden mengaku pernah membeli berdasarkan rekomendasi AI tanpa verifikasi lewat search. Itu sinyal “zero-search buyer”, bukan bukti bahwa mayoritas pembelian sudah pindah ke jalur itu.

Untuk Indonesia, sebagian besar studi klik dan overlap yang dikutip artikel ini berasal dari AS atau panel global. Jangan mengekstrapolasi persentase AS sebagai angka nasional Indonesia. Arahnya tetap berguna: pengguna lokal juga memakai WhatsApp, marketplace, dan sosial sebagai discovery. Google Search tetap menjadi pintu untuk banyak niat berniat tinggi, tetapi bukan satu-satunya pintu.

Apa artinya bagi bisnis?

SEO tidak mati. Yang berubah adalah apa yang “sukses” dalam SEO. Ranking tanpa klik, atau klik tanpa kejelasan merek, semakin mahal secara ekonomi. Bisnis yang hanya mengoptimalkan volume sesi organik tanpa melihat kueri mana yang masih menghasilkan kunjungan dan konversi akan membaca dashboard dengan narasi yang salah.

Di sisi lain, mematikan SEO karena “semua orang pindah ke ChatGPT” tidak didukung overlap 95% atau kenyataan bahwa search unique users masih berlipat dibanding chatbot pada data Similarweb. Google Search, termasuk AI Overviews di dalamnya, tetap menjadi permukaan dengan jangkauan yang sangat besar.

  • SEO tetap penting untuk kueri merek, lokal, transaksional, dan halaman yang harus menjadi sumber kanonik bisnis Anda.
  • SEO saja mungkin tidak cukup jika discovery juga terjadi di chat, video, dan sosial.
  • Kejelasan entitas—nama legal, merek, layanan, wilayah, fakta yang konsisten—membantu manusia dan sistem yang merangkum.
  • Otoritas topikal dibangun dari halaman yang saling terkait dan menjawab niat secara lengkap, bukan dari pengulangan kata kunci.
  • Informasi terstruktur (judul yang jelas, jawaban di awal, tabel, FAQ jujur) memudahkan ekstraksi tanpa menjamin sitasi.
  • Kelayakan dikutip (citation-worthiness) berasal dari sumber, tanggal, batasan, dan originalitas—bukan dari menjanjikan “masuk AI Overview”.
  • First-party content—kebijakan, harga jika dipublikasikan, proses, dan fakta operasional—sulit digantikan halaman umum.
  • Pengukuran harus memisahkan: visibilitas kueri, klik, konversi, dan sebutan merek di luar situs. Analytics yang hanya melihat sesi akan terlambat membaca zero-click.

Bagi tim yang sudah menjalankan SEO, langkah berikutnya yang masuk akal adalah merapikan halaman agar menjawab pertanyaan secara eksplisit, lalu meninjau apakah fakta bisnis cukup konsisten untuk AI Search Visibility. Itu perluasan kejelasan, bukan pengganti fondasi teknis dan konten. Pengukuran yang jujur tetap lewat Analytics, bukan paket jaminan kutipan.

Apa yang harus dilakukan bisnis di era AI search?

Berikut kerangka kerja yang dapat dijalankan tanpa menjanjikan ranking, Featured Snippet, AI Overview, atau sitasi ChatGPT. Urutannya disengaja: kejelasan dulu, kanal kemudian.

  1. Bangun otoritas topikal pada topik yang benar-benar Anda layani. Satu halaman tipis tentang “AI SEO” tidak menggantikan klaster layanan, FAQ, dan batasan yang konsisten.
  2. Perkuat sinyal entitas: samakan nama merek, badan hukum jika dipublikasikan, alamat, telepon, dan deskripsi layanan di properti yang Anda kendalikan.
  3. Publikasikan konten original dengan bukti. Ringkasan ulang berita teknologi tanpa sumber dan tanpa implikasi bisnis tidak layak menjadi referensi.
  4. Cantumkan data dan sumber primer, lengkap dengan tanggal. Jika angka tidak dapat diverifikasi, jangan dipakai.
  5. Optimalkan struktur: jawaban langsung, subjudul yang merupakan pertanyaan, tabel perbandingan, dan daftar yang dapat diekstrak.
  6. Jawab pertanyaan secara eksplisit, termasuk “apa yang tidak kami jamin”. Halaman yang jujur lebih mudah dipercaya daripada halaman yang penuh superlatif.
  7. Bangun pengenalan merek di luar SEO: jika pengguna mengetik nama Anda di Google atau menyebutnya di chat, halaman resmi harus menjadi sumber yang rapi.
  8. Perkuat first-party content: proses, ruang lingkup, wilayah layanan, dan kebijakan. Ini bahan yang tidak bisa diimpor dari kompetitor.
  9. Diversifikasi discovery: Search, Local, YouTube jika niatnya visual, dan kanal sosial jika niatnya discovery. Jangan memindahkan seluruh anggaran hanya karena satu grafik viral.
  10. Monitor visibilitas AI secara kualitatif: tanyakan kueri merek dan kategori di Google, Gemini, ChatGPT, dan Perplexity, lalu catat apakah fakta yang muncul sesuai situs resmi. Ini observasi, bukan KPI jaminan.

Jika Anda baru merapikan fondasi, mulailah dari kejelasan tawaran dan pelacakan. Artikel visibilitas pencarian AI di Indonesia memisahkan pekerjaan yang masuk akal dari klaim yang tidak dapat ditepati. Untuk isi halaman, SEO Content yang membantu manusia tetap menjadi jalur yang paling dapat dijelaskan.

Contoh pemakaian dalam kerja digital marketing

Tim yang mengelola kueri informasional (“apa itu X”, “X vs Y”) perlu menganggap sebagian sesi akan selesai di AI Overviews atau di chatbot. Respons yang masuk akal bukan menghapus halaman itu, melainkan membuat halaman tersebut menjadi sumber yang lengkap: definisi, batasan, tanggal pembaruan, dan tautan ke layanan atau bukti yang relevan. Jika halaman hanya mengulang definisi yang sudah ada di mana-mana, nilainya sebagai sumber primer rendah.

Tim yang mengelola kueri merek dan lokal sebaiknya tidak mengalihkan prioritas ke “optimasi ChatGPT”. Pengguna yang mengetik nama bisnis, “near me”, atau merek plus layanan masih membutuhkan Google Search, Maps, dan halaman yang akurat. Di sini SEO teknis, konsistensi NAP, dan kecepatan halaman masih pekerjaan inti.

Tim iklan berbayar perlu memisahkan: penurunan CTR organik pada kueri yang menampilkan AI Overviews bukan sinyal otomatis untuk menaikkan anggaran iklan. Itu sinyal untuk memeriksa apakah kueri tersebut masih menghasilkan konversi, dan apakah landing page menjawab niat yang sama dengan yang sekarang dijawab di SERP.

Key Takeaways

  • Pengguna tidak terbukti meninggalkan Google secara massal demi chatbot; data overlap ChatGPT–Google tetap sekitar 95% pada September 2025 dan Mei 2026 (Similarweb).
  • Yang lebih terdokumentasi adalah fragmentasi niat: Google, Maps, YouTube, sosial, dan asisten AI dipakai untuk tugas yang berbeda.
  • Zero-click dan ringkasan AI di Google mengubah ekonomi klik penerbit lebih langsung daripada narasi “Google ditinggalkan”. Pew (Maret 2025, dipublikasikan Juli 2025) mengukur klik hasil tradisional 8% dengan ringkasan AI vs 15% tanpa ringkasan.
  • Prakiraan Gartner (Februari 2024) tentang penurunan 25% volume search tradisional pada 2026 adalah proyeksi. Pengujian kata kunci Fractl/Search Engine Land (Juli 2026) menunjukkan redistribusi volume, bukan keruntuhan permintaan agregat dalam sampel mereka.
  • Klaim MAU Google untuk AI Overviews (lebih dari 2,5 miliar) dan AI Mode (lebih dari 1 miliar) pada I/O 2026 mengukur jangkauan produk Google, bukan CTR situs Anda.
  • SEO tidak mati; halaman merek, lokal, dan sumber kanonik tetap dibutuhkan. SEO yang hanya mengejar sesi informasional tanpa otoritas akan lebih tertekan.
  • AEO, AIO, dan GEO adalah cara merapikan jawaban agar mudah diekstrak. Tidak ada yang etis menjamin kutipan di ChatGPT, Perplexity, Gemini, atau AI Overviews.
  • Bisnis yang paling siap bukan yang “pindah dari SEO ke AI”, melainkan yang menjadi sumber fakta yang jelas di situs resmi dan tetap terukur di lebih dari satu kanal discovery.

FAQ

Apakah pengguna benar-benar meninggalkan Google?

Tidak ada bukti kuat bahwa pengguna meninggalkan Google Search secara massal hingga September 2026. Similarweb mengukur overlap ChatGPT–Google sekitar 95% pada September 2025 dan Mei 2026. Yang berubah lebih jelas adalah sebagian pencarian selesai tanpa klik ke situs.

Apakah AI akan menggantikan Google?

Google sendiri menanamkan AI ke dalam Search lewat AI Overviews dan AI Mode. Persaingan yang lebih akurat bukan “Google versus AI”, melainkan “daftar tautan versus jawaban tersintesis”, termasuk di dalam Google. Penggantian total Google Search oleh chatbot pihak ketiga tidak didukung data tumpang tindih dan skala unique search yang dipublikasikan Similarweb.

Apakah SEO masih penting di era AI?

Ya, terutama untuk kueri merek, lokal, transaksional, dan halaman yang harus menjadi sumber resmi bisnis. SEO tidak menjamin klik pada setiap kueri informasional, dan tidak menjamin tampil di ringkasan AI.

Apa itu AI search?

AI search adalah pencarian yang mengembalikan jawaban tersintesis dari model generatif, sering dalam bentuk percakapan, kadang dengan sitasi ke sumber web. Contoh permukaan: ChatGPT, Perplexity, Gemini, serta AI Mode dan AI Overviews di Google Search.

Apa perbedaan Google Search dan AI search?

Google Search tradisional menampilkan daftar hasil yang diperingkat agar pengguna memilih sumber. AI search merangkum jawaban. Keduanya bisa tumpang tindih karena Google juga menampilkan ringkasan AI di atas atau di dalam hasil.

Apa itu AIO?

Dalam percakapan pemasaran digital, AIO biasanya merujuk pada upaya merapikan konten agar lebih mudah dipahami sebagai jawaban, termasuk oleh AI Overviews. Istilah ini tidak menjanjikan penempatan di AI Overviews.

Apa itu GEO?

GEO (Generative Engine Optimization) adalah cara menyusun fakta, entitas, dan struktur halaman agar lebih mudah dipakai sistem generatif. GEO bukan jaminan kutipan di ChatGPT, Gemini, atau Perplexity.

Apa itu AEO?

AEO (Answer Engine Optimization) berfokus pada kejelasan jawaban untuk mesin atau fitur yang menampilkan jawaban langsung. Seperti GEO, ini kerangka kerja informasi, bukan paket hasil.

Bagaimana bisnis mempersiapkan diri menghadapi perubahan search?

Rapikan fakta bisnis di situs resmi, bangun otoritas topikal, ukur kueri yang masih menghasilkan kunjungan dan konversi, dan jangan memusatkan seluruh discovery pada satu kanal. Hindari membeli jaminan ranking atau jaminan sitasi AI.

Apakah data AS berlaku untuk Indonesia?

Arahnya berguna, persentasenya tidak otomatis sama. Studi Pew, SparkToro, dan survei Fractl yang dikutip di artikel ini berbasis AS atau panel tertentu. Bisnis Indonesia tetap perlu membaca analitik sendiri dan niat berbahasa Indonesia di pasarnya.

Sumber

  1. Gartner, “Gartner Predicts Search Engine Volume Will Drop 25% by 2026…” — 19 Februari 2024 Prakiraan, bukan pengukuran realisasi 2026.
  2. Google, “AI Overviews expansion in 200+ countries and territories” — 20 Mei 2025 Pengumuman produk Google, termasuk klaim eksperimen kohor +10% kueri di AS dan India.
  3. Pew Research Center, “Google users are less likely to click on links when an AI summary appears” — 22 Juli 2025 (perilaku Maret 2025) Sampel browsing sekitar 900 orang dewasa AS.
  4. SparkToro, “2024 Zero-Click Search Study” — 2024 AS 58,5% dan UE 59,7% zero-click pada seri 2024.
  5. Google, transkrip pembukaan I/O 2026 oleh Sundar Pichai — 19 Mei 2026 Klaim first-party: AI Overviews >2,5 miliar MAU; AI Mode >1 miliar MAU.
  6. Search Engine Land, “Google zero-click searches 2026 study” (SparkToro) — 9 Juni 2026 AS 68,01% zero-click Januari–April 2026; AI Overviews >20% pencarian dalam studi; penurunan CTR ~60% saat AIO hadir, tanpa isolasi kausal penuh.
  7. Fractl, “Search Isn’t Dying, It’s Redistributing” — 2 Juli 2026 Semrush 1.010.848 kata kunci + survei 1.004 konsumen AS; 70% memakai AI lebih banyak, 17% memakai search tradisional lebih sedikit.
  8. Similarweb, “Is AI Replacing Search?” — 4 Agustus 2026 Overlap ChatGPT–Google 95%; kunjungan gen AI 9,5 miliar/bulan; sitasi ChatGPT 1,6% → 6,8%.
  9. Search Engine Journal, “AI search isn’t replacing Google… (Similarweb data)” — 2026 Ringkasan: 461 juta dari 494 juta pengguna ChatGPT juga memakai Google; search unique ~3,3 miliar vs chatbot ~655 juta.

Tentang 9 Digital Marketing Agency

9 Digital Marketing Agency 9 Digital Marketing Agency adalah agensi pemasaran digital yang membantu bisnis menyatukan strategi, visibilitas pencarian, konten, media berbayar, situs, dan pengukuran ke dalam sistem pertumbuhan yang dapat dijelaskan. Kami tidak menampilkan studi kasus atau angka hasil yang belum dipublikasikan, dan tidak menjanjikan peringkat atau kutipan di mesin AI.

Perusahaan berbadan hukum PT Nine Digital Agency.

Layanan utama:

  • SEO, search visibility, and content marketing
  • Google Ads, PPC, and paid media
  • Social media marketing
  • Web design, web development, and ecommerce development
  • Analytics and tracking

Fokus kami adalah merapikan fondasi yang relevan dengan tujuan bisnis, bukan paket jaminan hasil. Wilayah layanan: Indonesia. Website: https://9digitalmarketingagency.com/

Hubungi 9 Digital Marketing Agency

Diskusikan konteks bisnis Anda di halaman kontak atau WhatsApp. Kami tidak menjanjikan peringkat, volume prospek, kutipan AI, atau hasil dalam waktu tetap.