Jawaban langsung
Pain point adalah masalah spesifik yang dialami calon pelanggan, sekaligus alasan mengapa mereka memutuskan menggunakan produk atau layanan Anda.
Dengan memahami pain point dan memetakannya ke strategi SEO, Anda dapat meningkatkan konversi dan kualitas prospek.
Menentukan pain point
Jangan pernah mengabaikan bagian terpenting dalam menemukan pain point: mengajukan pertanyaan yang tepat.
Hindari asumsi yang keliru dan ajukan pertanyaan terbuka. Dengarkan untuk memahami, dan biarkan pelanggan yang banyak berbicara.
Tidak ada daftar pertanyaan baku karena setiap bisnis, individu, dan pasar memiliki karakteristik yang berbeda.
Pain point umum
Pain point finansial berkaitan dengan dilema konsumen soal harga, biaya pembelian berulang, atau masa pakai produk yang pendek.
Pain point lokasi muncul ketika konsumen enggan bepergian jauh. Buat situs lokal dengan konten yang dihiperlokalkan untuk menjangkau pasar yang tepat.
Pain point perjalanan belanja mencakup riset online dan navigasi situs. Konsumen modern mencari jawaban di blog dan situs yang kredibel.
Memanfaatkan pain point untuk SEO
Strategi SEO tradisional yang berbasis volume sering mengabaikan niat pencari dan hanya mengejar traffic tinggi.
Sebaliknya, mulai dari niat pembeli (pain point) lalu optimalkan kata kunci dan topik yang memberikan solusi, sehingga lebih akurat memprediksi konten yang menghasilkan prospek.
Cara 9 bekerja
9 membantu Anda mengidentifikasi pain point pelanggan dan merancang strategi SEO yang berfokus pada konversi.
Hubungi tim kami untuk solusi SEO yang andal bagi bisnis Anda.
Diskusikan konteks bisnis Anda di halaman kontak atau WhatsApp. Kami tidak menjanjikan peringkat, volume prospek, atau hasil dalam waktu tetap.